Alice in Wonderland is an upcoming fantasy-adventure film directed by Tim Burton. It is an extension to the Lewis Carroll novels Alice’s Adventures in Wonderland and Through the Looking-Glass. The film will use a [...]

Jennifer’s Body is a 2009 black comedy horror film written by Diablo Cody and directed by Karyn Kusama. The film stars Megan Fox, Amanda Seyfried, Adam Brody and Johnny Simmons and portrays a newly [...]

Sherlock Holmes is a 2009 film adaptation of Arthur Conan Doyle’s fictional character of the same name. The film was directed by Guy Ritchie and produced by Joel Silver, Lionel Wigram, Susan [...]

The Imaginarium of Doctor Parnassus is a 2009 fantasy film directed by Terry Gilliam and written by Gilliam and Charles McKeown. The film follows the leader of a travelling theatre troupe who, having made a deal [...]

Alice in Wonderland Movie Poster Megan Fox in Jennifer’s Body Sherlock Holmes Nominated for Golden Globe The Imaginarium of Doctor Parnassus

NAMA : FREDY PRIYAMBODO
NIM     : 10.41010.0200


1. Objektif
2. Bar Chart
3. Histogram
4. Frequency Polygram
5. Box Plot
6. Dot Plot
7. Stem and Leaf Plot
8. Quantile Plot
9. Quantile Quantile Plot

--> Bar Chart

      Sebuah bar chart merupakan cara cepat untuk membuat grafis perbandingan kualitatif dari set nilai dengan menggambar setiap nilai yang di set sebagai bar persegi panjang dengan panjang proposional untuk nilai yang diwakilinya












        Ketika kita presentasi, seperti berapa banyak model yang berbeda atau model mobil yang bisa saya pilih untuk perjalanan yang konsumsi bahan bakarnya lebih dari 150 KM per tanki.
Histogram membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan menampilkan frekuensi yang ada

--> Histogram

     Ketika kita presentasi, seperti berapa banyak model yang berbeda atau model mobil yang bisa saya pilih untuk perjalanan yang konsumsi bahan bakarnya lebih dari 150 KM per tanki.
Histogram membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan menampilkan frekuensi yang ada


--> Frequency Polygram

   Sebuah frekuensi polygram menampilkan informasi yang identik dengan histogram frequency, hanya histogram bar diganti dengan point yang terhubung


--> Box Plots

      Box Plots adalah tools seorang analis yang digunakan hanya untuk variabel interval dan rasio yang secara grafis menampilkan ringkasan lima batch nomor.


--> Dot Plots

     Ketika pengukuran variabel kuantitatif diberi label dan kumpulan data kecil, dot plot berlabel menampilkan data lebih baik daripada bar chart, divide bar chart atau pie chart, bukan hanya visual panjang bar chart yang mengesankan, tetapi mereka hanya bekerja ketika dasar dari grafis adalah 0, jika tidak panjang bar tidak ada artinya.

--> Stem and Leaf Plot

     Stem and Leaf Plot menampilkan histogram batch nomor menggunakan digit untuk membentuk tick label dan bar. Dengan memecah masing-masing digit nomor kedalam a stemand a leaf, dan menggunakan single leaf digit untuk membantu menarik histo gambar tersebut, nilai numerik dapat dilihat bersama dengan distribusinya. Tidak ada informasi yang hilang. Stem and leaf plot digunakan selama analisis eksploraso untuk melihat batch nomor sebagai keseluruhan dan untuk melihat fitur-fitur yang sama: simetri, menyebar, outlier, konsentrasi dana kesenjanagan












--> Quantile Plot

   Quantile Plot atau q-plot, membantu memvisualisasikan distribusi variabel melalui penggunaan suatu scatterplot Scatterplots banyak digunakan untuk membandingkan satu variabel dengan yang lain.




--> Quantile Quantile Plot

      Quantile Quantile Plot atau plot qq, digunakan untuk membandingkan distribusi. Plot qq dilakukan dengan memplot quantiles dari setiap variabel atau kelompok variabel terhadap satu sama lain dalam sebuah scatterplot. Untuk menggambarkan alur plot qq, dua plot dibandingkan yang menggunakan angka secara acak. Kedua variabel adalah ukuran yang sama, hal ini menjadi rumit jika satu variabel lebih besar



NIM     : 10.41010.0200

 
Didalam sebuah Perguruan Tinggi pasti ada berbagai macam Organisasi. Dimana organisasi itu nantinya mahasiswalah yang akan mengikutinya. Namun dizaman sekarang banyak anak yang tidak begitu tertarik dengan yang namanya sebuah organisasi. Kalau ditanya sebabynya? Mereka menjawab buat apa ikut suatu oraganisasi, cuman bikin capek dan kita tidak akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Padahal yang namanya ilmu tidak harus kita dapatkan dari mata kuliah yang sedang kita ambil pada semeseter ini.
Sebagai seorang mahasiswa tentu kita memiliki pola pemikiran yang berbeda dengan pelajar-pelajar lainya karena sudah jelas titelnya “mahasiswa” yang artinya siswa yang paling tinggi yang memiliki pandangan tersendiri terhadap berbagai hal.memiliki argumen tersendiri dalam suatu masalah dengan sudut pandangnya sendiri pula. Peran mahasiswa dan pemuda di negeri kita ini tidak perlu diragukan lagi sejak jaman perjuangan memperebutkan kemerdekaan pemuda indonesia bersatu untuk membuat sumpah pemuda dan merebut kemerdekaan,selain itu peran pemuda yang tidak kalah penting peristiwa penumbangan orde lama dan lahirnya orde reformasi adalah peran mahasiswa yang memiliki satu misi yang sama yang membuat sebuah pergerakan massif yang akhirnya berhasil menurunkan
pemerintahan yang otoriter saat itu.
Pembentukan pola pikir dan ideologi mahasiswa tidak serta merta timbul begitu saja,melainkan didapatkan dari banyaknya bertemu dan mempelajari pemikiran pemikiran dan pemahaman pemahaman dan salah satu yang membentuk pola pikir mahasiswa adalah organisasi,di dalam organiasasi baik yang intra maupun ekstra kampus mahasiswa dapat mengembangkan pola pikirnya serta dapat melatih skill mereka dalam bersosialisasi dan berorganiasasi.

        Selain itu dengan mengikuti organiasasi secara tidak langsung kita dilatih untuk berhadapan dengan adu argumentasi dari anggota lain baik dalam mengutarakan pendapat maupun saat berbeda pendapat di suatu rapat dan hallain, ini bisa meningkatkan pengalaman kita dalam menghadapi karakter orang yang berbeda beda,di organiasasi pula kita bisa mendapatkan rekan-rekan dan senior-senior yang bisa kita jadikan teman sharing baik dalam pelajaran maupun dalam hal-hal lainya.organisasi memang sangat membentuk karakter seseorang terutama pemuda dan mahasiswa namun tidak mungkin kita memilih semua organisasi di kampus karena keterbatasan waktu dan diri kita sendiri.
Banyaknya pilihan untuk bergabung dan masuk ke dalam sebuah organisasi di kampus memang menyulitkan kita jika terlalu banyak mengikuti kegiatan organisasi maka kita takut jika kita tidak bisa konsentrai di kuliah,namun jika tidak mengikuti maka kita tidak akan mendapatkan pengalaman. ada beberapa alasan kenapa mahasiswa bergabung dalam sebuah organisasi dan diantaranya:
Nilai :
         Menurut saya sudah sangat jelas bahwa setiap mahasiswa ingin mendapat nilai sebaik-baiknya karena kebanyakan orang lebih percaya dengan pembuktian apakah seseorang mampu atau tidak biasanya dilihat dari statistik nilai yang diperolehnya sehingga dengan bergabung dalam suatu organisasi diharapkan akan membantu dalam belajar untuk meningkatkan nilai akademis dan yang namanya Tingkat analisis perilaku organisasi tersebut digambarkan sebagai berikut.

Mencari ilmu :
Seharusnya ilmu yang dicari oleh para mahasiswa/mahasiswi tidak hanya teori dari buku, disinilah pentingnya mengikuti organisasi kemahasiswaan karena banyak ilmu tambahan terutama prakteknya yang tidak bisa didapatkan bila hanya belajar text book saja di dalam kelas, contohnya adalah bagaimana caranya membuat suatu rapat menjadi efektif,membuat suatu kegiatan amal dan lain sebagainya.
Mencari rekan seperti yang sudah saya bahas tadi,berorganisasi juga sangat penting karena dengan bergabung di satu atau lebih organisasi maka akses yang dipunyai untuk berhubungan dengan orang lain akan bertambah berlipat-lipat karena dalam organisasi biasanya akan banyak kerjasama-kerjasama lintas kampus bahkan daerah, salah satu contohnya adalah studi banding dengan universitas lain.
Mencari pengalaman :
sudah saya jelaskan diatas juga tentang pentingnya mencari pengalaman baik digunakan untuk melatih skill kita dalam berhadapan dengan orang lain maupun saat nantinya akan digunakan dalam dunia kerja,karena biasanya lowongan pekerjaan juga memberikan nilai tambah kepada pelamar yang pernah berorganisasi selama di kampus.
jadi kenapa kita berorganisasi? Pertanyaan ini mungkin sudah basi kedengarannya di telinga mahasiswa. Jawaban yang ada mungkin berbeda-beda sesuai dengan redaksi jawaban dari yang ditanya,namun intinya adalah bahwa organisasi adalah wadah pengembangan diri ,wadah dimana mahasiswa yang secara psikologi perkembangan telah memasuki taraf kedewasaan membutuhkan semacam “simulasi kehidupan” untuk menghadapi kehidupan nyata di luar agar nantinya tidak kesulitan,wadah dimana para aktifis organisasi mengimplementasikan apa yang mereka dapatkan di bangku pendidikan kedalam objek nyata di kehidupan mereka, dan lain-lain sebagainya.
Banyak sekali pelajaran dan pendidikan yang didapatkan dalam berorganisasi. Didalam organisasi kita bisa belajar disiplin,menghargai waktu,menghargai orang lain, kita dapat mempelajari teknik berkomunikasi dan bersosialisasi dengan berbagai macam tipe manusia dan budaya yang kelak akan berguna bagi diri kita,kita juga dapat mengaplikasikan segala ilmu yang telah kita dapatkan, implementasi ilmu dalam bentuk konkrit bukan sekedar teori dan masih banyak lagi manfaat organisasi.
Positifnya bisa saling bertukar pikiran antar sesama mahasiswa, melatih kepercayaan diri, meningkatkan solidaritas, memupuk rasa tanggung jawab dan dengan berorganisasi, maka para mahasiswa akan mampu dan lebih siap untuk menghadapi kehidupan yang sebenarnya, kehidupan setelah lulus dan berhadapan dengan masyarakat.

Kesimpulanya
:
 Dengan berorganisasi kita bisa menadi mahasiswa yang siap tempur menghadapi kehidupan setelah kuliah,banyak manfaat yang didapatkan dari berorganisasi jadi marilah kita masuk organisasi yang sesuai dengan minat,tujuan,hobi dan alasan baik lainya.



NAMA : FREDY PRIYAMBODO
NIM     : 10.41010.0200



Ada beberapa prinsip umum yang harus diingat ketika mendesain data grafis :


1. Show the data : data grafis harus menarik perhatian pada rasa dan substansi data, bukan untuk sesuatu
    yang lain (Tufte, 1983)
2. Simplify : pilih grafis yang paling efisien mengkomunikasikan informasi dan menggambar sesederhana
    mungkin.
3. Merevisi : Setiap penulis yang baik akan memberitahu anda bahwa kerja keras menulis adalah menulis
    ulang.
4. Be Honest : Sebuah grafis mengatakan kebenaran ketika “representasi visual data konsisten dengan
    representasi numerik” (tufte, 1998), berikut adalah beberapa cara  untuk mendistorsi data grafik :
                a.  Menyesuaikan trend untuk melebih-lebihkan atau mengecilkan aspek rasio grafik
                b.  Manipulate the scale : distorsi ini dicapai melalui penggunaan skala dengan interval tidak teratur.

--> Visual Hierarchy

      Setiap halaman memiliki hirarki visual. Sebuah hirarki visual yang membuat beberapa konten tampil lebih penting daripada konten lainnya. Hal ini dapat dilakukan dengan :

  1. Memindahkan konten ke sudut kiri atas
  2. separating different components with white space
  3. using larger and bolder fonts
  4. menggunakan latar depan yang kontras dan latar belakang warna.
  5. aligning it with other elements
  6. indenting it, which logically moves the indented content to a deeper level in the hierarchy than the element above it.

-->  Visual Flow

      Aliran flow menggambarkan jalan mata seperti scan halaman. Seperti membaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan, tetapi hal ini dapat dikendalikan dengan menciptakan focal point. Sama seperti kata-kata yang digaris bawahi yang digunakan untuk penekanan kata.
Grouping of element

>>  Elemen grafis yang dianggap sebagai bagian dari kelompok ketika :


      Mereka berdekatan (jarak).
      memiliki warna sama atau shading (kesamaan).
      Selaras sepanjang garis tak kasat mata atau kurva (continuity)
      diposisikan sehingga mereka tampa dalam bentuk tertutup (penutupan)

-->  Color

     warna digunakan untuk menyandikan data atau merencanakan simbol. Aturan yang paling penting dalam memilih warna adalah tidak pernah melakukan apa pun yang membuat mustahil untuk membaca.

      Gunakan warna kontras untuk foregrounds dan background.
      Jangan menggunakan warna merah atau warna hijau jika dua warna harus dibandingkan.
      Jangan pernah menempatkan teks biru di latar belakang merah atau oranye atau sebaliknya.
      Use bold colors sparingly.

Anatomy of graph

     Tampilkan data dan mengurangi kekacauan adalah prinsip yang sangat membantu untuk mengetahui bagaimana menerapkan prinsip tampilan data dan prinsip mengurangi kekacuan ketika menggambar grafik. Pembahasan berikut menjelaskan setiap elemen bersama dengan aspek dari desain grafik yang baik. Pembahasan ini dimulai dari data rectangle, the innermost element and works outward


-->  Data Rectangle
       Data Rectangle adalah kanvas yang di mana data diplot dan garis-garis dipasang.


-->  Plotting Symbol and Data Label
       Pilihan merencanakan simbol mempengaruhi bagaimana menempatkan titik terutama jika garis
       menghubungkan titik-titik yang dapat di visualkan ditemukan dan dikelompokkan ke dalam kategori

-->  Scale-line Rectangle
       The data rectangle dan margin sekitarnya adalah scaleline yang rectangle, atau semuanya hanya di dalam
       bingkai. Sebagaimana dibahas dalam desai grafis slide di atas, ruang putih sangat penting untuk
       pemisahaan.

-->  Tick Marks and Labels
       Tanda centang harus mencakup kisaran data. Tanda centang harus mengeluarkan point sehingga tidak
       menggangu margin di dalam scale-line rectangle. Sebuah tanda centang dan label berfungsi untuk
       menyediakan arti untuk rentang dan besarnya sekala


-->  Key and Data Label
       Kadang-kadang ketika menampilkan data multivariat di scatterplots, nilai dua variabel kuantitatif
       dikodekan menggunakan posisi simbol bersama skala horisontal dan vertikal.


-->  Aspect Ratio
       Rasio aspek bukanlah elemen grafis tetapi merupakan topik penting dalam desain grafik.
       Rasio aspek adalah tinggi dari Data persegi panjang bukan persegi panjang skala garis dibagi dengan
       lebar.


-->  Panels

      Tujuan dari grafik adalah untuk membuat perbandingan. Jika data tidak terlalu rumit dapat dilakukan
      dengan memplot titik data dari beberapa set data dalam data rectangle yang berasal dari panel yang sama.


UNTUK TUGASNYA DIPOSTING DISINI YAH..
POTING Q TUNGGU.
JANGAN SAMPAI TIDAK MENGUMPULKAN....^^

NIM     : 10.41010.0200



     Method atau fungsi dalam java adalah suatu cara untuk memecah program menjadi beberapa bagian, sehingga ketika mengerjakan program tersebut bisa dilakukan pembagian tugas kepada beberapa orang.
Method di java terbagi atas method yang dapat mengembalikan nilai (return value) ,ditunjukkan dengan kata return yang terdapat dalam tubuh method. Sedangkan method yang tidak mengembalikan nilai, ditunjukkan dengan kata void saat pendeklarasian methodnya.

Karakteristik dari Method :

1. dapat mengembalikan satu nilai atau tidak sama sekali
2. dapat diterima beberapa parameter yang dibutuhkan atau tidak ada parameter sama sekali. Parameter bisa
    juga disebut sebagai argumen dari fungsi
3. setelah method telah selesai dieksekusi, dia akan kembali pada method yang memanggilnya.

Ada 2 jenis method :

1)  Method yang tidak mengembalikan data (diberi tipe void)

Contoh :

 static void bernaz();
//method static bernama bernaz yang tidak mengembalikan nilai.


2)  Method yang bisa mengembalilkan nilai menggunakan statement return dan tipe data

Contoh:

static int bernaz(int b);
return b;
//method bernama bernaz yang mengembalikan nilai integer
//mempunyai 1 parameter yaitu b dan bertipe integer
//return adalah keyword untuk mengembalikan nilai


Contoh :
public class Latihan {
    public void cetak(){
        System.out.println("Method Cetak");
    }
    public static void print(){
        System.out.println("Method Print");
    }
    public static void main(String[] args){
        Latihan mm = new Latihan();
        mm.cetak();
        Latihan.print();
    }
}

Method Overloading

      Merupakan 2 method atau lebih yang mempunyai nama yang sama tetapi parameternya harus berbeda.
Untuk membuat method overloading diperlukan setidaknya satu dari tiga syarat di bawah ini:
·  mempunyai jumlah argumen berbeda.
·  mempunyai tipe data argumen yang berbeda.
·  mempunyai urutan argumen yang berbeda.

Contoh :

public class Latihan2 {
    String nm;
    int umur;
   public void m1(String nm ){
       System.out.println("Nama : "+nm);
   }
   public void m1(String nm, int umur){
       System.out.println("Nama : "+nm);
       System.out.println("Umur : "+umur);
   }

   public static void main(String[] args){
       Latihan2 mm = new Latihan2();      
       mm.m1("Manda");
       mm.m1("manda", 19);
      
   }
}
 SEMOGA BERMANFAAT

 
Copyright 2010 MASIH BELAJAR